Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Asal Kalimantan Mengabdi di Desa Kedungbang

Dua mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Ahmad Tri Wahyudi (kiri) dan Nuzul (kanan), melakukan kunjungan ke Balai Desa Kedungbang pada Kamis (10/07) dalam rangka silaturahmi sekaligus melakukan perizinan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kedungbang kepada Kepala Desa beserta perangkat desa lainnya.

Dua hari sebelumnya, kedua mahasiswa tersebut telah berkunjung ke rumah Kepala Desa Kedungbang, H. Maskuri, untuk mengurus berkas surat yang diperlukan guna melengkapi administrasi program KKN.

Kepala Desa Kedungbang menyambut mahasiswa KKN dengan hangat dan mengapresiasi niat baik mereka untuk mengabdi di Desa Kedungbang. Beliau menyampaikan bahwa peran mahasiswa KKN selalu dipandang sangat membantu dalam mengembangkan dan menghidupkan potensi-potensi di desa. Oleh karena itu, beliau berpesan agar mahasiswa KKN dapat menjalankan program dengan baik tanpa ada tekanan yang dapat menghambat jalannya program kegiatan. Mahasiswa KKN dapat berkonsultasi setiap saat kepada para perangkat desa demi kelancaran program.

Ahmad Tri Wahyudi dan Nuzul merupakan dua mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tahun ketiga yang saat ini melaksanakan tugas KKN dari kampus. Keduanya akan melaksanakan pengabdian di Desa Kedungbang selama kurang lebih 45 hari terhitung mulai tanggal 05 Oktober 2021, dan akan berakhir pada pertengahan bulan November.

“KKN di Kampus UIN Walisongo Semarang untuk saat ini masih dilaksanakan dari rumah akibat wabah virus corona yang belum sepenuhnya tuntas. Artinya, mahasiswa KKN menjalankan program-programnya dari rumah masing-masing, tidak diperbolehkan mendirikan posko seperti KKN sebelumnya pada saat sebelum pandemi. Selain itu, kegiatan kami banyak difokuskan pada kegiatan yang berbasis daring, serta aktif dalam menyebarkan kegiatan di media sosial,” ujar Ahmad Tri Wahyudi yang akrab dengan sapaan Yudi, mahasiswa KKN yang notabene warga RT 05 RW 02.

Sedangkan Nuzul, yang merupakan teman sekelas Yudi, mahasiswa perantauan asal Kalimantan Barat akan bermukim di Desa Kedungbang untuk kelancaran kegiatannya. Ia memilih mengabdi di Desa Kedungbang karena melihat potensi yang dapat dikembangkan nantinya. Tentu saja, sebelumnya ia telah melakukan vaksinasi dan lapor kepada ketua RT setempat sesuai prosedur kesehatan yang diberlakukan saat ini.

Walaupun pengabdian di desa hanya sementara, dan jumlah personel mahasiswa KKN hanya dua orang, mereka berharap dapat menjalankan pengabdian semaksimal mungkin dan meninggalkan kesan baik untuk diri sendiri dan warga setempat. (KKNUINWS/Y)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan